Cerita Lama Tentang Dia

Ketika itu mentari mulai redup, aku tebangun dalam kondisi setengah sadar, berpacu dalam waktu untuk berperang melawan sesuatu yang tidak pasti
Maret 2005, saat aku masih ber putih Abu..terniang jelas dirinya selalu menggoda dari balik jendela kelasnya.
mungkin ini sebuah kesalahan yang tidak bisa diperbaiki,,cuek ku terhadap yang namanya wanita membuatku kehilangan dia,
itu karena kehidupan kami jauh berbeda, dia sangat berkecukupan, dan aku sekedar cukup untuk sekolah.
handphone pun aku tidak punya zaman itu, dan dia handphone nya sudah yang ter update.
ingat lagi masa-masa ikut les disebuah bimbingan belajar ternama di Indonesia, saat itu aku masih SMP, kelas 3, berangkat dari kost jalan kaki dan terkadang naik motor kalau di jemput teman.
dan dia di antar jemput oleh sang ayah dengan mobil putihnya.
teringat masa itu ingin tertawa, orang yang selalu aku ejek malah membuat aku jatuh cinta, bahkan setelah aku berpetualang sekian tahun dengan banyak cinta lain, persaan itu tetap ada sampai kini.
kini di saat kehidupanku sudah sangat lebih baik dari dulu di saat aku masih putih abu, di saat aku minder tidak berani mendekatinya karena kami memang jauh berbeda dari segi ekonomi.
waktu pun berjalan hingga kami terpisah karena sudah 3 tahun menempuh pelajaran di sekolah favorit kami.
aku ke Singaraja dengan banyak petualanganku, dan dia aku tidak tahu kabarnya, sampai suatu ketika kami bertemu di dunia maya, yaitu FB.
senang namun malu, iya malu karena disaat itu dia sudah berpacaran dengan calon dokter, dan aku juga sedang pacaran dengan seorang wanita.
kami pun sering chat via dunia maya dan akhirnya tukeran no Hp, kami telpon-telponan,,, dan akhirnya kami terjerat dalam hubungan,,,cukup aneh, saling suka tapi tidak bersama, aku pun minder bersaing dengan calon dokter, dan aku hanya seorang calon guru, iya cuma guru. Guru matematika boy..
kami pun berpisah, sekian lama dari 2010 terakhir kami bertemu saat valentine sapai saat ini 2013 baru bertemu kebali, disaat (kebetulan) dia single katanya dan aku juga sudah single.
seperti pepatah mengatakan, "Kita bisa Memilih tapi Tuhan yang akan menentukan apa yang cocok buat kita"
dalam petualanganku sekian tahun terkontaminasi rasa terdalam , yang tidak pernah mau pudar, yang penyebabnya entah apa.
Tuhan Selalu menggiring ku ke seseorang, yaitu dia, dia yang berjaket merah saat datang kerumahku pertama kali. setiap doa yang aku panjatkan cuma dia yang terbayang, ini maksudnya apa Tuhan?
namun karena sekian lama terpisah, dan banyak petualangan terjadi, dia yang aku kenal dulu sangat berbeda, canda tawa jarang terjadi disaat kami berkomunkasi via bbm / via sms
hanya terjadi komunikasi satu arah, lebih banyak aku yang bertanya dan dia menjawab, ibarat lagi sidang skripsi, terbayang kah gak asiknya?
meskipun jika ada waktu senggang, aku mengajaknya keluar sekedar sunsetan dan makan malam.
senang ada disampingnya, melihat dia tertawa, meskipun dia terlalu sibuk dengan gadgetnya.
yang menjadi misteri, apakah dia senang di sampingku??
apa mungkin Tuhan salah jalan lagi?
dengan segala perbaikan yang aku lakukan selama tiga Tahun, mungkinkan Tuhan menggiringku untuk salah jalan lagi?
aku berharap tidak, karena aku sadar, cinta ini tetap tinggal di lubuk hati ini hanya untuk dia,,,dia yang selalu mengejekku saat berjalan dengan memegang celana,,bagian depanku.
 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Serombotan Makanan Khas Klungkung

Nyepi dan Secuil Kotorannya yang Perlu di Bersihkan #EarthHour #SaveBALI #SaveWorld

Festival Film Pendek Polri