Revitalisasi (Reklamasi) Teluk Benua : Mengancam Tempat Mancing dan Selfiku

"Jeg Cai nak Klungkung ngujang milu Nolak Reklamasi Teluk Benoa? Kaden Klungkung joh ajak Teluk Benoa, apa buin umah Cai ne beten bukit di Klungkung pedalaman, pasti ulian Cai sing milih Cawapres ane ngelah ide nge reklamasi Teluk Benoa!"
Haha... itu apresiasi dangkal seorang teman ketika melihat saya sering memakai baju #BaliTolakReklamasi saking sering nya saya pakai jadi (sudah) pasti jarang di cuci (haha)
Oke ini bukan masalah jarak antara rumah ku dengan lokasi yang akan di reklamasi, ini soal ancaman akan Nasib Alam Bali kedepan, aku memang bukan ahli Ekologi ataupun ahli Fisika yang berkompeten di bidang ini, aku hanya anak desa yang kebetulan peduli dengan Alam, wuih bahasa ku udah kayak orang paling "aeng" haha
Oke lagi, simple aku suka mancing ( terutama mancing keributan) eh ( terutama mancingin kamu biar kamu jatuh hati padaku eaaaa...) dan aku suka ber"selfi"sisasi di hutan mangrove, dengan biaya murah bahkan gratis, normal kan? Aku suka gratisan haha
Sekarang kalau direklamasi, tentu hutan mangrove nya berkurang bahkan hilang otomatis ikannya juga go way so far ya bahasa gaulnya pergi jauh ke tengah laut, lah aku masak mancing ke tengah laut kan aku bukan pelaut ( sebenarnya biaya nyewa kapal gak ada, maklum penganut paham memancinglah dengan biaya sehemat mungkin tapi mendapat ikan sebanyak banyaknya)
Terus jadi pelaut udah gak bisa, karena aku ditakdirkan tugas darat. Terus lagi kalau jadi direklamasi kemudian (seandainya) aku udah bisa sewa kapal otomatis lewat pulau hasil reklamasi gak bisa bebas , baru mau lewat udah di usir gak jadi mancing dong? Selfian juga tak bisa nah tentu alasan simple itu bisa membuat aku ikut gerakan #BaliTolakReklamasi iya itu alasan simple kalau aku nulis alasan yang lebih complicated kasian yang dangkal enggak ngerti hehe
Atau bahkan aku di bilang sok pintar oleh kaum dangkal yang tak suka karena aku menolak reklamasi, alasanku memang simple sama halnya para pejabat (maaf) agak bangsat yang setuju akan reklamasi (baca: merusak alam dengan alus) alasan mereka sesungguhnya adalah Uang, sama simplenya kan dengan alasanku yang tak mau keluar uang lebih kalau mau memancing atau selfian di mangrove, nah kalau si para pejabat(yang bangsat) itu tak mau kalau uang yang Triliunan batal masuk ke kantong mereka (mybe yah) hehe
sumber : Google ;)
Karena setahu saya hasil membaca beberapa reverensi (maaf tidak menyertakan link nya, karena memang tak susah dicari informasi soal Reklamasi Teluk Benoa, jadi kalau kalian mau nyari info, just googling aja bro) dikatakan kalau para investor yang akan menggarap reklamasi ini (baca: calon perusak alam Bali) sudah menggelontorkan sejumlah dana agar rencana reklamasi ini lancar jaya.
" ah Cai palingan anti jak salah satu cawapres , kan ye ane mencentuskan ide MP3EI, to ape program ane salah satu lakar melancarkan Reklamasi Teluk Benoa?"
Adaaah... jujur doen MP3EI aku tak tahu apa itu, akhirnya brosing si google biar gak dangkal, eh benerang nongol pencetusnya siapa, ah kampret ternyata dia jadi cawapres, ih kampret bisa bisa alam diseluruh IndONEsia di tebas habis dijual ke investor, oh aku baru ingat itu kan yang anak nya nabrak orang kemudian (konon) sudah disidang tapi kok bebas yah? Hebat sekali bapak satu ini, konon mau menyetarakan hukum di negeri ini tapi rasanya hukum hanya berlaku bagi para nenek pencuri singkong lucu kan?
Aeih..sekarang orang itu dengan ganjeng bilang "Saatnya menjaga lingkungan" iya kami rakyat kecil jaga lingkungan tapi kamu dan besanmu ( maaf)  sangat bangsat mengeluarkan kebijakan yang melicinkan para investor merusak lingkungan yang kami jaga, masih bisa kan bilang aku rapopo?
Kemarin aku sempat baca jawaban istana soal Perpres no 51 tahun 2014, Perpres itu dikeluarkan karena Teluk Benoa sudah tak layak jadi daerah konservasi jadi harus di revitalisasi (bahasa terselubungnya reklamasi, karena saat bahasanya make kata reklamasi banyak demo dari para aktivis pencinta alam dan berbagai lapisan masyarakat yang masih peduli akan alam Bali serta para orang yg tak bisa dibeli hati nuraninya sehingga sekarang diganti make revitalisasi namun ujung ujungnya sama mangrove bakal dihancurin jadi pulau baru)
entah apa yang dipikirkan oleh para pejabat itu, sehingga harus mereklamasi Teluk Benoa menjadi pulau Baru, maaf bahasa ku masih make reklamasi karena di otak ku kalau revitalisasi itu perbaikan kembali jadi kalau mangrove nya tak layak lagi jadi kawasan konservasi, kenapa bukan mangrovenya yang diperbaiki dan kenapa harus membuat pulau baru? Maaf sekali lagi aku bukan ahli ekologi jadi banyak pertanyaanku yang agak aneh hehe
Tadi kan sudah aku bilang alasanku simple biar aku tetap bisa mancing dan berselfian dengan biaya murah bahkan gratis jadi aku tak akan memilih capres/ cawapres yang ide nya itu merevitalisasi tapi faktanya merusak dan menjual ke investor.
Salam dua Jempol revolusi Mental...
Oya kalau mau tahu soal dampak reklamasi diteluk benua, di google sudah banyak ada teman saya yang mengulasnya, namun bukan teman yang dakal tapi teman teman yang memang ahlinya dan peduli akan alam :) selamat belajar mencintai Alam meskipun, Alam yang kamu cintai jauh dari tempat tinggalmu, namun baiknya cintai semua alam di lingkungan mu kawan, yang jauh dan yang dekat kami antar hehe
Ingat ini bukan soal capres atau cawapres, tapi soal kami yang tetap berdiri tegak menantang memperjuangkan Alam kami yang terancam rusak oleh kebijakan pemerintah yang tunduk kepada para investor.
"Bueeh Cai Niru niru si drumer SID to ane madan I Gede Ari Astina a.k.a Jrx, kan ye soag soag bungut ne Nolak reklamasi ngaku sing kal memihak capres atau cawapres tapi jani ye condong ke salah dua capres"
sumber : FB nya bli Gede Jrx

Haha... Jrx alias bli Gede Anune nak mula menjilat ludah nya sendiri, itu demi kebaikan dan membela kebenaran kayak powerrangers gitu karena dia tak ingin kubu perusak alam menang, wajar saja dan bahkan patut di tiru orang orang baik kayak Jrx itu, jadi kalau saya niru orang baik, apa saya berdosa? Iya kalau dosa biar saya yang membayarnya kelak, wong anak mentri nabrak orang sampai tewas tidak dipenjara, masak aku niru pahlwan yang mau memperjuangkan Alam Bali, aku mau di penjara.hehe
Oya kamu yang dangkal, coba beri aku satu alasan simple kenapa kamu tak suka aku menolak reklamasi, jangan bilang karena aku guru matematika jadi tak pantas ikut gerakan Bali Tolak Reklamasi?
Hampir lupa, disana (pulau hasil reklamasi) konon akan dibuat 40% ruang terbuka hijau, tapi kalau mau menikmatinya tentu harus nabung dulu ( bagi guru Indonesia yang gajinya agak anu mybe butuh nabung bertahun tahun hehe)

Dan hampir lupa lagi, aku pernah berpikir, investasi paling bagus adalah pendidikan,Kesehatan dan tentunya Budaya Bali , sedangkan di Bali ini masih banyak anak anak butuh pendidikan yang layak, fasilitas sekolah yang memadai, akses transportasi kesekolah yang layak, namun entah kenapa para pejabat itu lebih memilih merevitalisasi Teluk Benoa, bukan memperbaiki jalanan kesekolah yang rusak (coba melali ke Nusa Penida atau Daerah Songan Bangli dan daerah lainya), atau bahkan ruang kelas yang bocor, mybe kembali ke alasannya yang simple yaitu Uang, Teluk Benoa akan menghasilkan uang sangat banyak untuk kantong mereka :D


Tolong di revitalisasi kalau ada kata kata saya yang salah, jangan di reklamasi!
Klungkung Semarapura, kirang langkung nunas ampura ;)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nyepi dan Secuil Kotorannya yang Perlu di Bersihkan #EarthHour #SaveBALI #SaveWorld

Festival Film Pendek Polri

Serombotan Makanan Khas Klungkung