Agustus

Bulan Delapan,2014
hari ini aku berangkat cukup pagi ,menuju tempatku berbagi ilmu.
banyak bertanya kenapa pagi banget berangkatnya, are you oke?
iya aku juga tak sadar berangkat cukup pagi, mungkin karena kemarin aku tidur 5 jam lebih cepat dari biasanya.
ya tak apalah aku bisa sekalian mengantar adiku berangkat ke sekolah barunya, aku terobos dinginnya pagi yang masih agak berkabut, dengan motor dan jaket tebalku.
aku melamun dijalan tak sadar sudah keluar dari perbatasan desa.
berpikir sejenak apa yang harus aku hadapi hari ini? kerjaan seperti kemarin? sedikit bosan rasanya..
sudahlah ini pengabdian mu pada negeri untuk mencerdaskan mereka, meskipun banyak cacian dan makian masuk ketelinga bahkan timeline mu, karena mereka memandangmu cuma dari sebelah mata.
kebanyakan dari mereka yang yang sering memakimu, tak pernah merasakan bagaiman rasanya menjadi pendidikan di jaman sekarang ini, yang meraka tahu hanya  pendidik lah yang memiliki kewajiban memberikan contoh baik kepada anak didik, hahaha,,, itu pemikiran paling bangsat yang berkembang di otak sebesar tempurung kelapa, apa otak yang bermigrasi ke dengkul hahaha..
Di bulan yang penuh berkah ini aku berterimakasih kepada kalian yang begitu banyak memberikan masukan kepada aku sebagai pendidik, menuju pendidik yang lebih baik, kritik kalian yang positive akan aku jadikan reverensi, yang negatif maaf aku buang di closset, karena kritik negatif itu keluar dari otak (maaf) yang encer kayak mencret haha..untuk kalian yang suka mengkritik guru mu, atau teman mu yang kebetulan jadi pendidik, coba lah rasakan posisi mereka yang sekarang ini sebelum kalian mengkritik.Pendidikan sekarang ini jauh berbeda dengan jaman dahulu yang mendokrin bahwa murid harus selalu meniru guru, dan guru harus menjadi contoh manusia yang paling sempurna bagaikan malaikan bersayap dengan senyum manis hahaha...
kami bukan anti kritik, tapi keluarkan lah kritik yang memang berbobot, bukan kayak mencret.hahaha
aku berani menjamin, kalian yang sering memberikan kritik kayak mencret belum pernah merasakan bagaimana rasanya sebagai orang yang harus tampil ceria meskipun banyak masalah , tenang di dalam kelas berhadapan dengan puluhan pasang mata, yang siap untuk bertukar ilmu, ingat bertukar ilmu,,bukan menerima ilmu layaknya pendidikan zaman dulu. Dan aku yakin kritik mencretmu itu hanya melihat kami(para pendidik) dari satu sisi yang sempit bagaikan lubang pantatmu yang jarang kamu cuci, sehingga penuh kotoran,dan cuma bisa memberikan kritik yang tidak membangun, bahkan kritik tanpa solusi serta cuma bisa mejelek jelekan posisi pendidik, apalagi kritik mu itu keluar karena cuma tersinggung gara gara tulisan pendidik yang kebetulan berteman di  media sosial maya mu,hahaha, sungguh otakmu mencret kalau hanya menilai seorang pendidik dari statusnya yang cukup nyeleneh. sampai kalian ceramah, "kenapa pendidik membuat status seperti itu, seharusnya kan pendidik sebagai contoh yang baik,bagi anak didiknya, nanti anak didiknya buat status jelek" hahaha 
oeee.... kalau kami sebagai pendidik yang membuat status baik layaknya Mario Teguh,  apa kalian menjamin anak didikku membuat status layaknya Mario Teguh juga, dan seandainya anak didikku membuat status nyeleneh apakah meniru pendidiknya? sudahlah ini sudah bulan ke delapan di tahun ini, revolusi mentalmu, tanggung jawab peserta didik bukan hanya tanggung jawab guru disekolah seperti  yang otak sempit kalian pikirkan, di jaman sekarang peserta didik belajar dari berbagai sumber, bukan hanya guru/ pendidik disekolah. Termasuk tanggung jawab kalian yang sering mengeluarkan kritik kayak mencret itu. hahaha
 Anak didik sudah tau mana yang baik di tiru dan yang tak pantas di tiru, kalau tak percaya mari gantikan aku 60 menit saja dikelas, cukup 60 menit gak usah seharian. Ingat jangan mengdokrin mereka seperti pendidikan jaman dulu, karena otak mereka akan mencret kayak kalian  . hehehe
suksma


  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Serombotan Makanan Khas Klungkung

Nyepi dan Secuil Kotorannya yang Perlu di Bersihkan #EarthHour #SaveBALI #SaveWorld

Guru Boleh Telat, Kenapa Siswa Tidak Boleh Telat?