141014

07:21 PM
Kemarin aku sedang berada ditengah danau yang sangat luas dan angker tepat jam segini.
Kali ini tour ku turun bukit, sebrangi perairan, panas panasan, lari larian, dipecut, sembunyian sembunyian dan sembahyang.
Trunyan destinasiku kali ini, berbekal tas gelendotan berisi camera pocket pinjaman, power bank pinjaman, roti dapat minta, air bawa dari rumah, canang, dupa, obat obatan, permen, 2 handphone, dan tentunya duit alias dompet isi uang dan kartu nama serta KTP jaga jaga kalau aku hilang atau di culik pribumi.
Desa Bali Mula ini sudah bisa dijangkau dari darat meskipun sudah ada jalan daratnya namun kadang macet atau pohon tumbang, lewat air alias Danau Batur, biayanya asu i gilak mahal banget lebih mayah dari biaya Bali Jakarta naik Lion Air.
Perboat bisa sampai + 400K , itu naik boat lewat Pelabuhan Kedisan.
Itupun belum ditambah isi palak memalak tengah danau, dulu sih dibilang ada gituan oleh Babinsa nya dan kini sudah tak ada lagi.
Syukurnya pas perjalananku tak ada palak memalak kerena aku berangkat dengan Boat milik Polair.
Aku kesana bersama tim I'm An Angel dan Balebengong pertama untuk menyalurkan bantuan ke anak anak sekolah yang kurang mampu dan kedua untuk melipun upacara pancering jagat isi Barong Brutuk yang mengisahkan kawin paksa zaman tempo dulu di desa Trunyan karena saking susahnya nyari wanita. Uniknya Barong ini lari sambil bawa pecut dan memecut para penonton, jadi seru bingit. Wajib datang purnama ke empat yang akan datang :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Serombotan Makanan Khas Klungkung

Nyepi dan Secuil Kotorannya yang Perlu di Bersihkan #EarthHour #SaveBALI #SaveWorld

Guru Boleh Telat, Kenapa Siswa Tidak Boleh Telat?