Galungan Tanpa Anjing ~ #SaveKulukBali

Hari ini mulai sembahyang jam 12.30am,  maklum banyak pura yang mesti kami datangi untuk sembahyang. Sembhyang subuh subuh iti merupakan budaya  setiap hari raya Galungan di desa kami.

Namun ada yang tak biasa dengan Galungan kali ini,  lebih sepi, sunyi senyap dari Galungan sebelumnya.

Saya biasanya terbangunkan oleh gonggongan anjing di sebelah rumah, artinya sudah ada yang mulai sembahyang berkeliling di pura pura dekat rumah masing masing.

Kini anjing anjing itu sudah habis tereliminasi, pura jadi sepi yang biasanya ada saja anjing penjaganya, karena tak ada anjing lagi,  mungkin pencuri pratima akan semakin mudah menjalankan aksinya.

Anjing Bali kini kian habis, katanya populasinya bertambah, takutnya kalau tidak di eleminasi akan ada terjangkit rabies...jadi belum rabies sudah di eleminasi.
Buat apa men diciptakan vaksin rabies kalau toh anjingnya di bunuh?

Saya berpikir sambil menunggu ibu menyiapkan alat persembahyangan di Pura Puseh, dimana Dewa Wisnu berstana, Dewa pemelihara semua mahluk,  mungkin Tuhan memberikan cobaan bagi orang orang di Bali dengan lewat virus rabies, akan kah ada yang mau memelihara  dan  menyelamatkan anjing Bali? Akankah ada manusia yang akan lebih mengutamakan memelihara anjing "kacang" asli Bali ketimang membanggakan anjing ras impor itu, karena kini anjing kacang itu cuma jadi anjing kelas rendahan. Saking rendahnya mereka terlantar tak ada yang mau memberikan vaksin, jangankan vaksin mengadopsi saja mereka tak mau, alasannya dirumahnya sudah ada banyak anjing, iya jelas anjing ras impor. Coba saja ada anjing ras impor yang terlantar kemudian  tersebar infonya via media sosial, wuiih bukan main yang mau mengadopsi meskipun dari photonya dirumahnya sudah banyak punya anjing ras impor.

Tuhan mau menguji kita, bagaimana cara kita menanggulangi penyakit ini, bagaimana kita sebagai orang Bali berperilaku adil terhadap mahluk ciptaanya, bukan hanya memaksin anjing ras impor namun semestinya menjaga kesehatan dan  kelestarian mahluk yang berjulukan "kuluk kacang" ini.

Tuhan pun dengan senang hati membantu manusia yang masih mau memelihara mahluk setia ini, iya lewat vaksin rabies, tentu tanpa doa restuNya tak mungkin vaksin ini bisa tercipta, vaksin yang konon dilangka-langkakan oleh oknum yang tak suka akan anjing, dan parahnya ada oknum jahanam yang lebih memilih menggelontorkan dana besar hanya untuk membunuh hewan ini. Bukan untuk di vaksin dan disterilkan untuk mejaga pertumbuhan populasi liarnya melainkan di bunuh.

Entahlah nanti bagaimana nasib anjing asli Bali, apakah si kuluk kintamani harus kehilang saudara nya yaitu si kuluk kacang, atau mungkin akan tergantikan oleh anjing anjing ras luar negeri, sehingga jika dibutuhkah untuk upakara banten, anjing belang bungkem asli Bali mungkin akan digantikan anjing ras impor dari luar negeri.

#SaveKulukBali
#saveKulukKacang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Serombotan Makanan Khas Klungkung

Nyepi dan Secuil Kotorannya yang Perlu di Bersihkan #EarthHour #SaveBALI #SaveWorld

Guru Boleh Telat, Kenapa Siswa Tidak Boleh Telat?