Penjor Masa Kini

Penjor sebuah simbul kemakmuran, biasanya di pasang ketika ada odalan di pura namun akan sangat banyak penjor terpasang ketika hari raya Galungan. Penjor setiap daerah bentuknya beda beda, namum maknanya sama sebagai ucapan terimakasih kepada alam akan hasil bumi yang di berikan, makanya setiap penjor biasanya berisi hasil bumi, dari buah, biji bijian, daun, beras, hasil sawah dan hasil kebun.

Kini perkembangan penjor sangat spektakuler, dulu penjor akan dibuat sendiri oleh masing masing keluarga kini sudah ada yang jual tinggal pasang,
Dulu hiasan juga dibuat sendiri kini sudah tersedia yang tinggal bayar dan pasang.

Ibarat pepatah ada uang ada barang.

Dulu di desa saya penjor penjornya masih sederhana, namun kini makin modern, biasanya digantung hasil alam,  ini hasil pabrikan seperti minuman kaleng, ada pula yang berisi lampu biar meriah.

Ada pula penjor yang sederhana masih mengikuti kasanah penjor yaitu simbul kemakmuran alam, tidak begitu banyak hiasan namun penuh makna.

Ada pula penjor dengan hiasan wah, menurut si empunya biayanya sampai 1jutaan lebih, namun tidak berisi gantungan gantungan hasil alam seperti penjor sederhana yang ngabisin dana 5K untuk membeli kain putih kuning sebagai simbul timur dan barat yang saya artikan semoga rejeki alam melimpah tidak henti hentinya seperti matahari yang terbit dari timur dan terbenam di barat.

Penjor mu yang mana? Hehe

Dapat gambar penjor dari group WA BaliBlogger, sederhana tapi penuh makna :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nyepi dan Secuil Kotorannya yang Perlu di Bersihkan #EarthHour #SaveBALI #SaveWorld

Festival Film Pendek Polri

Serombotan Makanan Khas Klungkung