Sama sama mudik tapi beda perlakuan~


Minggu ini merupakan minggu spesial karena akan ada 2 perayaan hari raya besar dua kepercayaan atau Agama yang berbeda, Hari Raya Galungan untuk yang beragama Hindu dan Hari Raya Idul Fitri untuk yang beragama Muslim.
Siapa yang tak ingin merayakan hari raya bersama keluarga apalagi yang diperantuan sana, termasuk yang sudah menjadi alm pun ingin kembali kebumi melihat keluarganya senang gembira menyambut hari raya, iya timbulah budaya mudik, budaya yang mungkin hanya ada di Indonesia.
Disinilah akan terjadi sebuah kejadian yang unik, kota kota yang biasanya sesak akan yang namanya manusia tiba tiba menjadi sepi, bahkan kadang kota yang aman damai tiba tiba banyak terjadi pencurian, begal dan perampokan. Kata polisi sebelah rumah, kalau menjelang akan mudik, kasus kejahatan sekelas rampok, begal dan perampok akan meningkat oleh karena itu hati hatilah dengan barang berharga dan jangan terlalu pamer, tambah pak polisi yang ingin menikah lagi tapi tak dapt izin dari istrinya.
iya ya pak, di desa saya sampai ronda bahkan saya harus bangun pagi pagi untuk nganter istri saya ke pasar, akibat sering terjadi begal belakangan ini, kemarin kalung mas istri saya di tarik, syukur istri saya mantan atlet judo, dibantinglah itu begal sampai kejang kejang, begalnya kurus wong saya dibanting saja bisa sampai pinsan makanya saya takut ama istri saya, tambah pak Made sebelah rumah
Lah piye to mas Made pelakunya diserahin ke polisi? Tanya Mbak Yanti, pedagang janur dari Selatpasih
Boro boro polisi datang, kerjanya cuma jagain pos mudik, kalau kepasar palingan beli kopi, itu begal di kroyook ramai ramai ama ibu ibu pedagang langganan istri saya, katanya begal itu cari modal buat rayain hari rayanya, dikampung. Padahal bulan baik untuk beribadah eh malah lakuin hal yang tidak tidak.Sahut Pak Made
*tibatiba polisi sebelah rumah pergi tanpa sepatah kata pun
Kemana pak polisi kok pergi? Kopinya belum dibayar, teriak Buk Nyoman penjual kopi sebelah rumah.
Eh iya lupa, habisnya pos mudiknya kosong buk, *sambilngasiuang5ribuan
Makasi pak, kok pos mudiknya dijagain? Emang yang lewat pos mudik pejahat ya pak? Tanya buk Nyoman
Yaa elah itu lo buk Man saya yang mudik ke Selatpasih, nanti seminggu lagi balik ngajak kerabat lagi lebih banyak ke Bali, wong di Bali orangnya ramah ramah, suka jual tanah lagi, kami jual pisang untuk beli tanah di Bali,  orang Bali jual tanah beli pisang , kami mudik pun enak di kasi bus gratis  oleh pemerintah hampir di seluruh kabupaten di Bali kasi kami Bus Gratis buk Nyoman, kurang enak apalagi di Bali.  Sahut mbak Ima adik mbak Yanti sambil rapiin pisang dagangannya.
Pak Polisi yang mau pergi tiba tiba nimbrung lagi, mungkin karena lihat kemolekan mbak Ima yang jualan pisang pakai pakaian ketat atas bawah, namun tetap soleha karena memakai penutup kepala.
Iyaa ibu Ima dan ibu Yanti enak mudik gratis, soudara saya juga mudik Galungan ini dari Bali ke Nusa Penida, mana ada tuh pemerintah yang ngasi kapal laut gratis, ya boat gratislah kayak pemerintah berikan ke ibu Ima dan Yanti. Makanya saya heran dengan pemerintah jaman sekarang yang mayoritas saja di layani kami yang minoritas seakan akan tak ada gunanya, bukannya saya iri tapi adil dong melayani masyarakat, jangan cari pencitraan biar kesannya dia bupati yang bertoleransi dengan agama lain. Itu juga sodari kami pas hari raya Nyepi banyak yang mudik juga dari Selatpasih mana ada pemerintah ngasi transportasi gratis. oya  nanti pas mudik gak usah kembali lagi kesini, Bali sudah sesak, coba nanti pas semua mudik, Bali lebih lenggang dan tak macet. Sahut bung Nyoman sambil agak kesal
Iya buk Man saya ngerti, wong saya cuma rakyat kecil coba saya jadi Bupati wanita di Selatpasih, saya akan kasi bus gratis bagi sodara sodara di Bali yang mau mudik ke Bali, biar gak kalah sama bupati wanita di Bali, bahkan kalau mau saya akan kasi kapal Ferry gratis untuk nyebrang ke Nusa Penida, tapi suruh bupati ibu Man di Klungkung biar dermaga barunya cepat selesai. Sahut mbak Yanti
Jambret jambrett jambreeeetttttt...... tiba tiba terdengar terikan dari sebelah rumah.
Istri pak Made lari membawa spatula kearah sebelah rumah, Pak Made juga ikut, pak polisi juga Mbak Ima juga ikut...ngejar sang penjambret
Hanya buk Nyoman dan mbak Yanti menjaga dagangnnya.
Pak Polisi berlari tak konsentrasi karena dia berlari dibelakang mbak Ima yang bercelana ketat dengan siluet daleman kelihatan tak sadar Mbak Ima ke tabrak, ambrukblah mereka berdua sembari berpelukan dengan di iringi backsound lagu india *bayangkansendiri
Tinggal Pak Made dan Istrinya yang bertahan mengejar Jambret itu, sampailah di ujung gang sebelah rumah akhirnya jambret itu ketangkap namun sebelumnya dibanting 3 x oleh istri Pak Made.
Digiringlah si penjambret ke sebelah rumah, pak polisi dan mbak Ima yang sudah bangkit dari tabrakan ikut bersama Pak Made dan istrinya menggiring si penjambret.
Betapa terkejutnya Mbak Yanti melihat pelaku penjambretan.
Sambil melompati dagangnnya, namun sebelumnya rok nya agak dinaikan, mungkin biar mudah melompat.
Mas Pulgoso, kenapa kamu mas? Kok babak belur gini? Tanya Mbak Yanti.
Apaa kamu kenal dia? Kampret orang ini mencuri baju londreanku, teriak istri Pak Made
Pak Polisi biar terlihat gagah dia menarik si penjambret yang bernama Pulgoso dari pelukan Mbak Yanti kemudian memborgolnya. Kebetulan dia bawa borgol biasanya sih bawa surat tilang saja
Sambil terbata bata mbak Yanti menjawab, dia suami saya, kami berpisah sudah lama karena dia bilang kerja di Bali jadi kuli bangunan sambil menjaga rumah ibadah, nyatanya mas jadi penjahat, mas bukan hanya membegal hati aku namun tega mebegal pakaian loundry istri Pak Made, yang nota bene suaminya sering ngasi aku dan Ima uang jajan karena aku jualan jajan selain jualan pisang.tega kamu mas...kita cerai... teriak mbak Yanti sambil berlari ke dagangannya kemudian lari ke Bus Mudik gratis sambil membawa seplastik uang hasil dagangannya.
Pak Made pun tiba tiba hilang, karena kebaikannya ngasi uang jajan ke mbak Ima dan mbak Yanti di ketahui Istri Pak Made, istri Pak Made pun marah besar dan mengobrak abrik dagangan mbak Yanti.
Pak polisi cuma diam sambil berbisik kepada mbak Ima, kamu mau jadi istri mudaku? Nanti aku bantu kamu agar selamat dari istri Pak Made itu,
Mbak Yanti pun setuju, dan akhirnya mereka berciuman di sebelah rumahku
Lah penjahatnya gimana? ... penjahatnya, aku intrograsi dia nyuri pakain loundry karena baunya harum seperti baru, dan ingin memberikan hadiah ke istrinya yang dikampung dan sudah lama dia tinggalkan, mumpung ada bus mudik gratis si Pulgoso memutuskan untuk mudik, namun malang perbuat jahatnya harus dibayar dengan merayakan hari raya di rumah pesakitan.
Namun sebelumnya si Pulgoso bilang, jaen idup di bali yen suud ngadol tanah..maling aluh, mudik pun gratis...kasian yang dari Bali mau mudik ke Nusa Penida atau dari Selatpasih mau ke Bali .boro boro ada yang ngasi bus atau kapal gratis, libur pun tep kerja jagain hotel, hotel yang dibangung diatas tanah miliknya yang sudah dijual ke investor hahaa.....
Dari cerita diatas...pertanyaannya adalah? Siapa Aku dan dimana aku tinggal, siapa kah nama istri Pak Made? Kalau ada yang bisa jawab...hadiahnya adalah bisa les matematika setahun tanpa gratis!...

Selamat merayakan hari raya Galungan, Idul Fitri dan Kuningan, rayakan dengan hikmat dan bijaksana...hati hati di jalan bagi yang mudik syukuri yang dapat bus gratis, jangan sedih pula yang mudiknya tak gratis atapun tak di perhatikan oleh pemerintah, karena sesungguhnya Tuhan senantiasa melindungi perjalanmu  menuju rumah dan keluargamu, oya kalau bekerja di tanah orang alias kamu sebagai pendatang hormatilah tuan rumah, jangan berbuat kejahatan disana setidaknya kamu jagalah lingkunngan tempatmu mengais rejeki.
Rahayu rahayu rahayu....



Maaf apabila ada kesamaan nama, lokasi serta profesi karena tulisan ini dibuat dalam keadaan sangat kenyang, mata ngantuk dan tangan masih berbau bumbu masakan. Hal ini benar benar tidak disengaja, demi Tuhan...*hentakkankakikanantigakali

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nyepi dan Secuil Kotorannya yang Perlu di Bersihkan #EarthHour #SaveBALI #SaveWorld

Festival Film Pendek Polri

Serombotan Makanan Khas Klungkung